Senin, 13 Mei 2019

Pengaruh penyakit gigi dan mulut terhadap halitosis

PENGARUH PENYAKIT GIGI DAN MULUT TERHADAP HALITOSIS

NAMA : RESFANI FATIMAH
NIM : C1AA18088

1. PENYAKIT GIGI DAN MULUT
Penyakit gigi dan mulut merupakan salah satupenyakit yang berdampak serius bagi kesehatanmanusia secara umumkarena gigi dan mulutmerupakan tempat masuknya suatu kuman danbakteriPenanganan penyakit gigi dan mulutdiharuskan untuk segera ditangani lebih cepat danbenarnamun tidak semua tim ahli gigi dapat dengancepat melakukan penanganan dikarenakankurangnya tim ahli gigi yang berada ditempat kerjaatau rumah sakit selama 24 jam. Mengetahui jenispenyakit gigi dan mulut sejak awal sangatlah pentingOleh karena itu diperlukan adanya system yang mempunyai kemampuan untuk mengklarifikasi jenispenyakit gigi dan mulut guna membantu masyarakatdalam melakukan diagnose awal terhadap penyakitgigi dan mulut
Gigi dan mulut merupakan bagian dari tubuh kitayang sangat vital, sebab disanalah tempat masuknyamakanan yang kita makan dan gigi yang menghancurkan makanan tersebutOleh sebab itukesehatan dan kebersihan gigi dan mulut sangatpenting sekaliBanyak factor yang dapatmenyebabkan timbulnya penyakit gigi dan mulutantara lain :
• Diet yang tidak sehat
• Mengkonsumsi minuman alcohol
• Merokok yang berbahaya dan berlebihan
• Kebersihan mulut yang tidak terawatt
• Jamur dan bakteri
Beberapa macam penyakit gigi dan mulut yang biasa dijumpai :
a. Gingivitis merupakan penyakit radang gusiyang mengalami pembengkakan pada mulutsebab kurang terjaganya kebersihan mulutsehingga menyebabkan adanya karang gigiatau plak yang menumpuk dan berbatasandengan tepi gusi (Lita,2016).
b. Karies gigi merupakan penyakit gigi yang terjadi pada kerusakan jaringan gigi hinggamembentuk lubang.
c. Pulpitis merupakan proses radang padajaringan pulpa gigi yang menetap gejalanyayakni gigi nyeri ketika mendapat rangsanganpanas atau dingin.
d. Nekroris pulpa adalah penyakit gigi yang disebabkan oleh adanya bakteri, trauma daniritasi yang menyebabkan kerusakan dankematian pulpa yang disebabkan oleh pulpitis yang tidak dirawat (Yamin,2012).
e. Periodontitis merupakan inflamasi jaringandan infeksi yang terjadi pada gingiva (gingivitis) yang tidak dirawat dan menyebar ke ligmendan tulang alveolar penyangga gigi.
f. Herpes simpleks adalah infeksi virus HIV yang terjadi pada sudut bibir atau mulut.
g. Glositis merupakan penyakit radang padalidah dimana keadaannya di dalam mulutbiasanya ditunjukan dengan adanyapembengkakan di lidahjika kasusnya kebihparah mampu memicu penyumbatanpernafasan pada saat lidah membengkak yang sangat parah (Lita,2016)
h. Impaksi gigi adalah kerusakan erupsi padagigi yang disebabkan adanya malposisikekurangan tempat atau terhalangi gigi yang lain.
i. Acute necrotizing ulcernative gingingvitis(ANUG) adalah penyakit yang disebabkan olehadanya infeksi pada nekrosisTerutama orang yang mengkonsumsi rokok secara berlebihan, stress beratdan malnutrisi berat.



2. HALITOSIS
Halitosis disebut  dengan fetor ex ore, fetor oris atauoral malodor merupakan istilah umum yang menunjukan bau nafas yang tidak sedappenyebabnya dapat berasal dari rongga mulut dandiluar rongga mulut yang mempunyai komplikasikesehatan dan social. Yaitu sekitar 80-90%. Halitosis yang berasal dari luar rongga mulut terjadi hanyasedikit yaitu sekitar 10-20%.
Menurut American Dental Association (ADA) baumulut merupakan masalah utama setelah karies danpenyakit periodontal yang dikeluhkan olehmasyarakat di amerika.
Penyebab ekstraoral dari halitosis antara penyakitsistemik seperti diabetes mellitus, penyakit padasystem respiratorius atau gastrointestinal, gagalorgan hepar dan gangguan metabolic.



REFERENSI

Adnyani.N P., I Made, B A. 2016. Pengaruh PenyakitGigi dan Mulut Terhadap Halitosis. Jurnal KesehatanGigi Vol.4 No 1 (Pebruari 2016)

Puspitasari, A M., Dian, E R., Agus, W W. 2018. Klasifikasi Penyakit Gigi dan Mulut MenggunakanMetode Support Vector Machine. JurnalPengembangan Teknologi Informasi dan IlmuKomputer

Irianti, R., Karel, P., Christy, M. 2015. GambaranPengetahuan Tentang Halitosis Pada Buruh Di Pelabuhan Manado. Jurnal e- GiGi (Eg) Volume 3, Nomor 1, Januari-juni 2015

Arabzadeh, A., Amir, A., Saeed, D., Somayeh, K., Mustofa, R., Abdolali, M. 2018. Anti-Halitosis Tooth Paste: From Persian Manuscripts Toward Clinic.Research Journal of Pharmacognosy (RJP) 5(4), 2018: 15-23

MK, Nakhleh., M, Quatredeniers., H, Haick2017. Detection of halitosis in breath: Between the past, present, and future. 2017 John Wiley & Sons A/S. Published by John Wiley & Sons Ltd. All rights reserved.

65 komentar:

  1. Sangatt bagus artikel nya
    Semoga bermanfaat bagi bnyak orang🙏

    BalasHapus
  2. Sistematika penulisan nya diperhatikan lagi, tetep semangat 💪

    BalasHapus
  3. Mantap semoga bermanfaat👍

    BalasHapus
  4. Terimakasih, artikelnya bermanfaat 😊

    BalasHapus
  5. Sangat bermanfaat terimakasih. Alhamdulillah menambah ilmu baru

    BalasHapus
  6. Mantap kerenn, bermanfaat sekaliiii 👍

    BalasHapus
  7. Makasih infonya bermanfaat 🤲 semangat!

    BalasHapus
  8. makasii resfani, sngat bermanfaat info nyaa

    BalasHapus
  9. Bagus banget kaa artikel nya makasih yaa skrg jadi tau dan sangat bermanfaat bngt karna artikel yang kaka tulis😊

    BalasHapus
  10. Bermanfaat banget bagi yang belum tau 👍 terimaksih resfani

    BalasHapus
  11. Bermanfaat banget bagi yang belum tau 👍 terimaksih resfani

    BalasHapus
  12. Pembahasannya sangat bermaanfaat banget

    BalasHapus
  13. Semangat epoy, cantik sayangku 😘😍😍

    BalasHapus
  14. Thx for information epoy.
    Keep spirit :)

    BalasHapus
  15. Mantul mantap betul recomended banget pokonya sukses terus tante

    BalasHapus
  16. Jangan lupa cek ig kita ya kak :) ada obat peninggi badan, bisa juga menggemukan badan dalam 1 mingguu

    BalasHapus